Sebelum pagi beranjak naik, ketika kamipun sedang terlelap,
Peperangan antar Dua Kubu * Suami dan Istri *
( Dalam Hal ini mungkin lebih tepat Bokap ama Nyokap ),
Mereka saling menghujam kata-kata satu sama lain,
Dalam sadar akupun mendengar semua apa yang mereka ucapkan,
Pedih, kata-kata yang mereka Lontarkan,
NAMUN...
Dalam situasi ini, aku hanya bisa diam tanpa kata,
BUKAN aku tak mau membantu ataupun melerai mereka,
Mereka sudah dewasa, berumur,
Biarkan kesadaran mereka yang membuat mereka sadar,
merenungi akan datangnya hari akhir untukku
dengan tubuh yang penuh dibalut luka bathin
tersayat angin bagai belati tumpul
tak dalam, Namun pasti
dengan tubuh yang penuh dibalut luka bathin
tersayat angin bagai belati tumpul
tak dalam, Namun pasti

No comments:
Post a Comment